Rabu, 09 Juni 2010

Sejarah dan wisata kota Gresik




SEKILAS KOTA GRESlK

Dalam Buku Pedoman Metropolitan Surabaya diceritakan bahwa menurut sejarahnya dahulu orang Portugis menyebutkan Gresik adalah Kota Agazi, sedangkan orang Belanda menyebutnya sebagai Grissee yang kemudian disebutkan orang Jawa sebagai Gresik. Konon nama Gresik diambil dari kondisi alamnya. Gresik kemungkinan berkembang dari kata giri (yang dalam bahasa Jawa berarti bukit) dan gisik (pantai). Giri gisik yang menunjukkan kata bukit dan pantai memang sesuai dengan kondisi alam daerah ini. Tetapi apapun namanya, gresik pada awal abad ke XII sudah merupakan suatu kota pelabuhan atau dagang dimana para pedagang Arab, parsi, cina, dan daerah lndonesia lainnya berbaur menjadi satu.

Selain berdagang, para pedagang tersebut juga menyebarkan ajaran agama Islam, seiring dengan waktu, ajaran lslam telah mendarah daging bagi penduduk Gresik dengan kata lain mayoritas penduduknya beragama Islam.
Secara geografis, Gresik berada pada posisi :
112 º – 113 º BT ( Bujur Timur ) dan 7 º – 8 º LS ( L intang Selatan )
dan berbatasan dengan:

Sebelah utara : Laut Jawa

Sebelah timur : Selat Madura dan kota Surabaya

Sebelah selatan : Kabupaten Sidoarjo

Sebelah barat : Lamongan

Gresik yang terletak di sebelah Barat Laut Kota Surabaya berjarak sekitar 18 km, merupakan kota industri terbesar Jawa Timur, Indonesia. Selain pabrik Semen Gresik yang cukup terkenal di seluruh Indonesia, juga terdapat Petro Kimia, BUMN produsen pupuk nasional, Maspion, Behaestex, produsen sarung dengan merk-merk ternama, serta Wings Corporation yang memproduksi Mie Sedaap di Gresik.

Selain mempunyai julukan sebagai Kota Industri, Gresik juga menjadi salah satu kota tujuan wisata religi. Di kota ini terdapat Makam Sunan Maulana Malik Ibrahim yang merupakan salah satu dari 9 wali, penyebar agama Islam pertama di Jawa Timur, dan dimakamkan di Kampung Gapura Gersik.

Sekitar 2 km di sebelah selatan kota, tepatnya di Bukit Giri juga dapat ditemui Makam Sunan Giri, yang juga merupakan salah satu dari 9 wali penyebar agama Islam di pulau Jawa. Upacara peringatan wafatnya Sunan Giri (Khol Sunan Giri) juga dijadwalkan dalam kalender wisata Jawa Timur.

Selain itu juga terdapat Makam Panjang Leran yang merupakan Makam Siti Fatimah binti Maimun. Terletak di Desa Leran, Manyar dengan jarak sekitar 8 km dari Kota Gersik. Obyek-obyek wisata lainnya, meliputi Makam Gapura Kanjeng Tumenggung Pusponegoro di Desa Gapuro, Makam Nyi Ageng Pinatih di Desa Kebongson.

Berjarak sekitar 20 km di sebelah utara Kota Gresik dapat dijumpai Makam Pentung, Makam Sayyid Iskandar, dan Makam Joko Klontang, di Desa Kisik Bungah. Sekitar 4 km sebelah utara Bungah terdapat Komplek Kanjeng Sepuh. Tepatnya di Desa Kauman Sedayu. Di komplek inilah Makam Kyai Panembahan Haryo Soeryo Diningrat, Adipati ke-8 Kadipaten Sedayu dapat diziarahi.

Selain meninggalkan Masjid, Kanjeng Sepuh juga meninggalkan situs penting lainnya yang berupa Telaga Rambit dan Sumur Dhahar. Masing-masing bertempat di Desa Purwodadi dan Golokan, Sedayu . Menurut cerita masyarakat Sedayu, keunikan dari keduanya adalah, pemanfaatannya sebagai air minum dan dikonsumsi oleh sebagian besar masyarakat Sedayu, namun sumber mata airnya tidak pernah mengering dan habis walaupun pada musim kemarau.

Setiap hari Jum’at Pahing, makam Kanjeng Sepuh juga selalu ramai diziarahi oleh para peziarah yang datang dari luar daerah. Pada hari inilah puncak keramaian Kota Sedayu. Tradisi ini banyak mempengaruhi mobilisasi ekonomi masyarakat Sedayu. Selain membludaknya pengunjung Pasar Pahing, magnet ini juga mampu menciptakan Pasar Tiban (istilah untuk memahami datangnya para pedagang keliling/tidak tetap dan secara tiba-tiba). Diakhiri dengan Shalat Jum’at di Masjid Besar Kanjeng Sepuh Sedayu, aktifitas di sore hari akan terasa lebih lengang.

Ba’da Shalat Jum’at, anda juga bisa menikmati lezatnya makanan khas Jawa Timur, mulai dari Sego Rawon, Sego Bebek, Sego Krawu, Soto Lamongan dan Sate Madura, dengan minuman Es Legen, Es Dawet, dll. Untuk dapat menikmati semua wisata kuliner tersebut, anda tinggal keluar menuju Pertokoan Kanjeng Sepuh yang terletak berderet di sepanjang Gapura Selamat Datang sampai pintu masuk Komplek Kanjeng Sepuh.

Setelah menikmati santapan makan siang, anda dapat menetukan pilihan perjalanan. Ke arah Kota Tuban, berarti akan melewati Lamongan dan bertemu dengan taman Wisata Bahari Lamongan (d/h Tanjung Kodok), Gua Maharani dan Makan Sunan Derajat. Sementara ke arah Kota Surabaya anda akan memasuki Kawasan Industri di pusat Kota Gresik.

Tepat di perlintasan Surabaya-Gresik-Lamongan-Tuban inilah Kota Sedayu yang mempunyai sebutan Kota Pondokan Cilik (istilah untuk menyebut pesantren anak-anak) dengan berbagai keunikannya dapat dikunjungi.

Kabupaten Gresik memiliki berbagai potensi wisata. Antar alain potensi wisata alam, wisata seni dan budaya,serta wisata minat khusus.

Potensi wisata alam yang berada di Gresik antara lain :

- Kawasan Bukit Surowiti

Petilasan Pertapaan Sunan Kalijaga
Kawasan wisata bukit surowiti (Petilasan Pertapaan Sunan Kalijaga) adalah sebuah perkampungan kecil yang dihuni oleh +/- 100 rumah tangga, berlokasi di atas bukit yang terjal dengan luas +/- 5 ha. Dengan ketinggian 260 m dari permukaan laut, terletak di Desa Surowiti, Kecamatan Panceng yang berjarak +/- 40 km dari kota Gresik melalui Jalan Pantura Gresik – Tuban atau +/- 3 Km dari Jalan Raya Panceng. Adapun obyek-obyek yang dapat dikunjungi dalam kawasan wisata tersebut:

a. Petilasan Kali Buntung

Di kaki bukit Surowiti terdapat sebuah telaga dan pada tepi telaga ditumbuhi rumpun bamboo. Menurut cerita tutur tempat tersebut pada jaman dahulu merupakan sungai anak Bengawan Solo, yang merupakan tempat R. Sahid (nama asli Sunan Kalijaga) bertapa dan menjaga tongkat Sunan Bonang yang tertancap di tepi sungai (Kali Buntung), akhirnya tongkat tersebut menjadi rerumputan bambu. Oleh karena itu petilasan tersebut merupakan asal-usul dari sebutan “Sunan Kalijaga” artinya Sunan Penjaga Sungai.

b. Makam Mpu Supa

Menurut cerita penduduk setempat, tempat tersebut merupakan Makam Mpu Supa Mandrangi atau juga disebut Pangeran Sedayu, yaitu seorang “Mpu Linuwih” pada jaman Majapahit. Karya besar beliau berupa Keris Sengkelat, yang merupakan Pusaka tersohor kesaktiannya pada kejayaan Majapahit.
Mpu Supa merupakan adik ipar Sunan Kalijaga dan sekaligus santi Sunan Kalijaga. Banyak orang berziarah ke tempat ini terutama untuk mencari kesaktian dan mencari pusaka (keris).
Di dekat makam Mpu Supa terdapat Goa Macan, yang konon ceritanya sebagai macan peliharaan Ki Singo Wongso (cikal bakal orang Surowito).

c. Makam R. Bagus Mataram

Menurut cerita tutur R. Bagus Mataram adalah seorang punggawa kerajaan Mataram yang kaya. Kemudian meninggalkan Mataram dengan membawa barang kekayaannya menuju Surowiti untuk berguru (nyantri) ke Sunan Kalijaga. Banyak orang yang datang ke tempat ini untuk mencari berkah terutama dalam hal rejeki dan kekayaan.

d. Petilasan Tapa Nguweng (Tapa Kubur) Sunan Kalijaga

Menurut cerita rakyat, tempat ini bekas petilasan Sunan Kalijaga ketika menggembleng diri dengan bertapa ‘nguweng’ atau bertapa dengan mengubur diri seperti orang meninggal.
Banyak orang dating ke tempat ini untuk mencari berkah terutama dalam hal derajat, pangkat dan jabatan.

e. Goa Langseh

Goa ini mempunyai 2 ruangan, yaitu ruang atas dan ruang bawah. Menurut cerita rakyat setempat, ruangan goa yang di bawah dipergunakan Sunan Kalijaga bertapa, sedangkan ruang yang atas ada seperti lantai dari batu berbentuk bulat besar, yang konon tempat ini digunakan sarasehan (pertemuan) para walisongo. Dan di atas goa terdapat tanah datar yang dulunya merupakan tempat latihan olah kanuragan para Santri Sunan Kalijaga. Di dalam ruangan goa yang di bawah ada tetesan air yang tersimpan (dalam suatu tandon kecil), dahulu dipergunakan untuk wudlu, dan sampai sekarang tetasan air itu masih ada, namun kecil. Ada sebagian orang yang percaya bahwa air tersebut sangat bertuah dan dapat menyembuhkan berbagai penyakit.

Obyek-obyek tersebut berada dalam satu lokasi yang saling berdekatan, sehingga mudah dijangkau dalam waktu yang relatif singkat.
Di kawasan tersebut di samping terdapat obyek-obyek di atas, juga mempunyai panorama yang indah terutama dari atas bukit kita dapat melihat pemandangan laut serta bukit dan hutan yang ada di sekitarnya. Dan pada bulan besar / Dzulhijjah, hari kamis minggu terakhir dilaksanakan upacara tradisi sedekah bumi, di atas bukit tersebut.

- Goa Gelang Agung Obyek
wisata Goa Gelang Agung terletak di kabupaten Gresik, tepatnya di desa Melirang, kecamatan Bungah, Keunikan dari Goa Gelang Agung adalah: pengunjung harus menuruni jalan yang agak curam, karena pintu masuk goa menjorok ke dalam hingga 5 m, goa ini memiliki puluhan kamar tanpa pintu yang dulunya konon dipergunakan untuk bertapa para pendekar saat melawan penjajah. Salah satu dari pintu tersebut dapat menyambung ke Gua Lawa yang jaraknya hanya sekitar 700 m. Bahkan ujung goa ini juga menyatu dengan Goa Busana yang konon merupakan pintu gerbang ke Kerajaan Nyi Roro Kidul.

- Giri Wana Tirta



Berada di lingkungan Telaga Ngipik, serasa memberi variasi baru bagi indera penciuman kita. Setidaknya menikmati segar aroma air, kala wajah didekatkan ke permukaan telaga. Menatap biru warna air yang mempunyai kedalaman hingga 20 meter, menambah segar rasa di jiwa.

Bila selama ini Gresik dikenal dengan wisata religinya, bukan tidak mungkin bila PEMKAB setempat memadukan obyek obyek wisata penunjang lainnya, semisal Telaga Ngipik ini sebagai sumber pemasukan daerah dari sektor pariwisata. Namun ironisnya, masih banyak masyarakat Gresik yang belum mengetahui keberadaan Telaga Ngipik. Selain karena masih banyak yang lebih suka memilih wisata religi, lemahnya promosi wisata Telaga Ngipik yang dilakukan pihak Pemkab merupakan salah satu faktor “terlupakannya” tempat wisata ini. Di situs resmi Gresik Online gresik.go.id , sekian banyak obyek wisata alam disebutkan. Namun Telaga Ngipik belum dicantumkan sebagai salah satu diantaranya. Mungkin karena lokasi ini masih dalam masa perkenalannya. Atau mungkin pula karena tempat ini belum direview di www.navigasi.net



Awal terjadinya Telaga Ngipik, menurut informasi masyarakat sekitar, dulu lahan tersebut digunakan oleh PT Semen Gresik sebagai lokasi penambangan bahan baku tanah liat, sejalan dengan waktu setelah ekplorasi selesai, kemudian terisi air hujan, yang lama kelamaan membentuk Telaga. Lokasi Taman Wisata Giri Wana Tirta atau Telaga Ngipik relatif berada di tengah kota Gresik, jadi sudah tentu sangat mudah dijangkau. Sedikit catatan akan lebih nyaman jika anda membawa kendaraan pribadi. Tapi tidak menutup kemungkinan bagi mereka yang menggunakan kendaraan umum.

Lokasi tepatnya berada di sekitar kawasan pabrik pupuk Petrokimia, di Kecamatan Kebomas, desa Ngipik, sekitar 1000 meter dari alun alun kota Gresik. Untuk sampai ke kawasan tersebut dari Surabaya dapat ditempuh kurang lebih 30 menit perjalanan darat menggunakan kendaraan pribadi, tepatnya berada di ruas jalan raya Surabaya Lamongan Bila anda melalui jalan TOL, keluar di exit Romo Kalisari, terus masuk ke arah kota Gresik, dari jalan kartini lurus ke arah barat, sampai anda menjumpai tugu Petrokimia Gresik. Belok kanan lurus sejauh 300 meter hingga anda menjumpai pintu gerbang Telaga Ngipik di sebelah kiri jalan, dengan rancangan gapura dua pintu yang khas.

O ya, di kawasan telaga ngipik, saat ini sudah ada beberapa gazebo istirahat dan beberapa stan penjual makanan minuman serta suvenir. Namun, masih banyak yang kosong dan tak berpenghuni. Mungkin karena utilitas air bersih dan listrik yang belum rampung disediakan oleh pihak pengelola, menyebabkan belum banyak pemilik yang menempati stannya.



Pengunjung yang akan masuk ke areal Telaga, akan dikenai retribusi masuk sebesar Rp. 1000 per orang. Selanjutnya apabila di lokasi anda ingin menikmati keliling telaga dengan speed boat, maka akan dikenai karcis Rp. 2500 per orang. Selain itu, disediakan pula sepeda air yang bisa digunakan sewaktu-waktu di areal yang sudah ditentukan oleh pengelola. Biayanya hanya Rp 3.000 selama satu jam.Jika anda hobi mancing, jangan lupa bawa peralatan mancing sebelum anda menyesal, anda bisa memancing di areal telaga yang telah dipasangi jaring. Memang oleh pengelola setempat sengaja ditebar sejumlah ikan tombro dan bandeng, dengan harga yang cukup terjangkau perkilo masing masing jenis ikan yang anda pancing, bisa dibawa pulang, untuk anda nikmati bersantap dengan keluarga.

Bukan hal yang salah jika wisata air dibalik rimbun pabrik ini bisa kita rasakan riak air datar, sesekali kecipaknya timbul akibat gerak ikan yang berlarian, sementara di sudut telaga, sejumlah pengunjung sibuk memancing ditepian, dan sisi lain peSKI air beratraksi di tengah telaga.

- Pantai Delegan


Pantai Delegan terletak di desa Delegan Kecamatan Panceng Kabupaten Gresik, sekitar 3 Km dari ibu kota kecamatan. Pantai Delegan sangat cocok untuk wisata pantai, lomba perahu atau memancing. Pantai berpasir putih ini setiap bulan Agustus diadakan atraksi wisata berupa perlombaan yang terkait dengan wisata bahari.

- Pulau Bawean



Bawean adalah sebuah pulau yang terletak di Laut Jawa, sekitar 150 kilometer sebelah utara Pulau Jawa. Secara administratif, pulau ini termasuk dalam Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur. Kota terbesarnya adalah Sangkapura selain juga Tambak. pulau itu termasuk unik, Mereka berada di wilayah Kabupaten Gresik, tetapi bahasanya Madura, walaupun mereka tidak mau disebut Madura.

Bawean memiliki 2 kecamatan yaitu Sangkapura dan Tambak. Jumlah penduduknya sekitar 70.000 jiwa, kebanyakan memiliki mata pencaharian sebagai nelayan atau petani selain juga menjadi TKI di Malaysia dan Singapura. Etnis mayoritas penduduk Bawean adalah Suku Bawean, diikuti oleh Suku Jawa, Madura dan suku-suku lain misalnya Bugis dan Mandailing.

Bahasa pertuturan mereka adalah bahasa Bawean. Bukannya bahasa Madura seperti yg dimaklumkan sebelum ini. Bangsa Madura adalah bangsa pendatang di kepulauan Bawean.

Di Malaysia dan Singapura, penyebutan suku ini berubah menjadi Boyan. Mereka menyebut diri mereka orang Boyan, maksudnya orang Bawean.
Di Pulau Bawean, kesenian masyarakat yang sehari-hari menggunakan Bahasa Madura itu umumnya berupa tari dan musik yang banyak bernafaskan Islam.

Pada Kesenian Bawean yang sering ditampilkan adalah, tari Mandiling tradisional, Mandiling garapan (kontemporer), Kercengan tradisional, Kercengan garapan, pencak silat penganten tradisional, tari jibul tradisional, tari Dikker tradisional, kolaborasi berbagai seni tari itu dan lagu pop Bawean.

Selain kesenian, Pulau Bawean juga memiliki kuliner tradisional seperti apuk-apuk, jujul, koncok-koncok, palamputan, posot-posot, bubur sumsum Bawean, jangkong dan janggalan.

“Kami menampilkan kesenian dan budaya Bawean ini karena masyarakat di pulau itu termasuk unik. Mereka berada di wilayah Kabupaten Gresik, tapinya bahasanya Madura, walaupun mereka tidak mau disebut Madura

Obyek – obyek wisata di Pulau Bawean :

Air Panas Kebundaya

Terletak di Desa Sawah Mulya Kecazmatan Sangkapura dan berada di tengah kota sekitar 200 m dari jalan raya sehingga sangat mudah untuk mencapai lokasi.

Daya tariknya adalah air panas kebundaya merupakan sumber air panas alam berkadar belerang yang berguna untuk terapi kebugaran. Tempat ini telah diberdayakan oleh masyarakat dengan membangun tempat mandi umum dan tempat berendam. Banyak orang dari berbagai daerah telah meyakini dan membuktikan bahwa mandi air panas di tempat ini dapat menyembuhkan penyakit rheumatik, penyakit kulit dan lain-lain.

Air Panas Taubat

Terletak di Desa Sungai Rujing sekitar pulau Selayar. Untuk menuju sumber air panas Taubat ini dari jalan raya +/- 2 Km. Dan kondisi jalannya lumayan bagus karena telah dibangun oleh masyarakat dan aparat setempat.

Pantai Terosan

Terletak di sebelah utara Pulau Selayar. Daya tarik untuk menuju tempat tersebut adalah indahnya panorama alam sepanjang jalan. Bisa ditempuh melalui laut dan darat.

Daya tariknya adalah sumber airnya sangat besar dan diyakini bisa menyembuhkan penyakit rheumatic dan penyakit kulit. Dengan keindahan yang dihiasi aneka tumbuhan dan semak-semak serta pohon nyiur, tidak jauh dari tempat itu tersedia pesanggrahan untuk beristirahat. Letaknya sekitar +/- 4 Km.

Pulau Selayar

Pulau ini merupakan gunung yang berada di tengah laut, terlepas dengan daratan Pulau Bawean. Daya tariknya adalah bila air laut surut, pelancong bisa berjalan kaki mengelilingi pulau tersebut sambil menikmati terjangan ombak kecil dan desiran angin laut. Sekeliling pulau di tengah laut ini penuh dengan pemandangan batu karang dan semak belukar. Dapat dicapai dengan transportasi laut maupun darat sejauh +/- 4.5 Km.

Pulau Noko Selayar

Pulau ini luasnya +/- 6.000 m2, di kelilingi oleh taman laut / bunga karang dan ikan hias aneka warna dengan pesona keindahan alam bawah laut yang tiada taranya. Banyak penyelam menyatakan bahwa pesona laut di pulau Noko Selayar ini sangat indah.

Untuk menuju pulau Noko Selayar ini bisa dijangkau dengan Speed Boot atau perahu motor sekitar 20 menit dari Pulau Bawean.

Pulau Gili Timur

Pulau ini merupakan bagian dari Pulau Bawean yang luasnya +/- 50.000 m2 berpenduduk sekitar +/- 800 jiwa. Daya tariknya, meskipun pulau ini dikelilingi laut tetapi terdapat sumber air tawar jernih dengan kandungan mineral tinggi yang konon dapat menjadikan awet muda bila mengkonsumsi setiap hari. Untuk menuju ke Pulau Gili ini bisa menyebrang dengan perahu motor sambil melihat pesona bunga karang aneka ragam.

Pulau Noko Gili

Terletak di tengah laut dan hanya merupakan daratan berpasir putih yang membentang +/- sepanjang 600 m2 dengan lebar 25 m. Pulau tak berpenghuni ini dikelilingi aneka bunga karang dengan pesona taman laut yang elok.

Air Terjun Laccar

Terletak di Desa Teluk dalam +/- 15 Km dari Kota Sangkapura. Mencapai lokasi air terjun ini dapat menggunakan sepeda motor atau kendaraan roda empat. Tempatnya ditumbuhi aneka flora sangat indah, dan berhawa sejuk.

Air Terjun Patar Selamat

Terletak di Desa Patar Selamat Kecamatan Sangkapura. Air terjun ini mempunyai ketinggian +/- 12 m. Tempatnya sangat indah serta disekitar lokasi tersebut banyak dijumpai kera dan ayam hutan berkeliaran.

Kuburan Panjang

Kuburan Panjang ini disebut juga makam kuno Doro Sembodo. Terletak di tepi laut Desa Lebak Kecamatan Sangkapura. Makam ini merupakan makam yang dikeramatkan oleh penduduk sekitar karena disamping mempunyai kekuatan magis terpendam juga mengandung nilai histories tinggi.

Menurut cerita, Doro Semobodo ini adalah abdi setia Aji Saka yang merupakan tokoh utama legenda Babat Tanah Jawa. Peristiwa meninggalnya Doro dan Sembodo ini kemudian dikisahkan dalam Huruf Jawa (Ha, Na, Ca, Ra, Ka dst.). Para pelancong banyak berdatangan saat Hari Raya Idul Fitri maupun Idul Adha.

Pantai Mayangkara

Terletak di Desa Kepuh Teluk Kecamatan tambak. Lokasinya berjarak 500 m dari jalan raya Sangkapura – Tambak sehingga sangat mudah dicapai. Menurut peneliti dari Belanda, Keindahan dan nuansa pantai ini setara dengan pantai Pataya di Bangkok – Thailand.

Jalan utama ke lokasi telah beraspal sepanjang pantai, pengunjung bisa menikmati pemandangan lepas pantai dengan panorama laut biru. Lokasi ini dikenal sebagai tempat pertemuan remaja melepas rindu. Selain indah, pantai ini mempunyai nilai histories tinggi karena istri Sunan Giri bernama Siti Zaenab menjadi orang pertama mendarat dan menemukan pantai ini dan di sini pula Siti Zaenab yang berambut panjang tersebut mengabdikan kesetiaannya kepada Sunan Giri.

Danau Kastoba

Untuk menikmati keindahan dan pesona danau ini dapat dicapai dengan berjalan kaki. Terletak di Desa Paromaan Kecamatan Tambak di puncak ketinggian dan berada di tengah-tengah Pulau Putri Bawean. Dengan prasarana jalan setapak, merangkak naik melewati rimbunan pohon-pohon raksasa berumur ratusan tahun.

Merupakan kenyamanan tersendiri bagi para pecinta alam, selain itu di tempat ini terdapt spesies satwa langka, aneka serangga yang takkan mungkin sama jenisnya dengan serangga di pelosok negeri, sehingga lokasi ini mempunyai daya tarik luar biasa dan sulit dibandingkan dengan obyek wisata lainnya.

Pasir Putih Sukaoneng

Untuk menikmati keindahan dan pesona Pasir Putih Sukaoneng ini, dapat dicapai dengan berjalan kaki sekitar +/- 200 m dari jalan raya. Pesona wisata yang terletak di Desa Sukaoneng Kecamatan tambak ini memiliki keindahan alami pada tepi pantai, selain pasirnya berwarna putih, pantai ini kondisinya landai sehingga memungkinkan pelancong dapat berjalan santai sambil menikmati pemandangan sekitar yang masih alami.

Di bidang seni dan budaya , Kabupaten Gresik memiliki daya tarik :

- seni hadrah



Seni merupakan bagian dari budaya dan kepribadian suatu bangsa. Kota Gresik yang dikenal dengan kota Santri pun begitu lekat dengan budaya bernuasa Islami, termasuk salah satunya seni hadrah dalam perkembangannya dalam seni hadrah tidak hanya terbang yang dimainkan, akan tyetapi kini kesenian hadrah di kombinasikan dan di kreasikan dengan beduk, drum, simbal, kentongan, suling dan masih banyak peralatan lainnya menjadi satu rangkaian alunan musik yang indah


- Terbang jidor dan Tari Hadrah



merupakan suatu pengembangan kesenian musik hadrah yang kental dengan nuansa islami. Tarian ini merupakan paduan budaya Islam kususnya Timur Tengah dan Jawa,pada awalnya tarian ini merupakan gerak gerakan dinamis para pemukul rebana terbang secara bebas sesuai penabuh terbang .namun pada tahun 1990 beberapa penata koreografer surabaya, gresik, sidoarjo menyelaraskan gerakan dinamis.

- macapat pesisiran
- pencak macan


Di bidang Wisata religi, Kabupaten Gresik memiliki daya tarik antara lain :

- Makam Sunan Giri



Sunan giri dimasa mudanya bernama Joko Samodro , Juga raden Paku, kemudian diberi julukan oleh Raden Rakhmad dan karena keistimewaannya yang dimiliki oleh Raden Rakhmad, Oleh sunan ampel diberi nama ainul yakin yang selanjutnya setelah dinobatkan sebagai kepala pemerintahan islam di jawa bergelar prabu satmoto adalah putra dari syeh maulana malik ishaq dengan putri raja blambangan dewi sekar dadu.

Sunan giri salah satu wali songo yang juga menyebarkan agama islam di tanah jawa, wafat tahun 1428 saka atau 1506 masehi. Makam sunan giri terletak di desa giri kecamatan kebomas kabupaten gresik, sekitar dua 2 km kearah selatan kota gresik. Komplek makam yang ada di puncak bukit giri berada ditengah-tengah makam keluarga dan masyarakat di kala itu. Fasiltas terdapat tempat parkir kendaraan peziarah secara khusus, dan di komplek makam terdapat fasilitas penunjang antara lain : masjid giri, dan lain-lain daya tarik wisata dan terdapat pada makam sunan giri antara lain : cungkup makam terbuat dari kayu jati asli, dindingnya terdiri dari panel tumbuh-tumbuhannya, sedangkan pintu cungkup terdapat kala makara yang distilir motif tumbuh-tumbuhan. Masih banyak lagi motif arkeology peninggalan padamasa awal agama islam, misalnya gapura pintu masuk makam terbuat dari batu berkepala naga raja.

- Petilasan Giri Kedaton
Menurut sumber-sumber sejarah tradisional, petilasan ini merupakan kedaton (istana) yang kemudian dikenal dengan sebutan GIRI KEDATON. Giri Kedaton didirikan oleh Sunan Giri pada tahun 1487 M. Dipilihnya lokasi tersebut sebagai Kedaton Giri berdasarkan petunjuk Syekh Maulana Ishaq (Ayah Sunan Giri) atas dasar kesamaan segenggam tanah yang dibawa dari Samudra Pasai.

Petilasan ini banyak didatangi orang sebagai tempat bermunajad, terletak di puncak bukit dngan tanjakan yang relatif curam. Menurut cerita, tempat ini merupakan pengukuhan Raja-raja Islam Demak sampai Pajang. Di tempat ini pula dibangun Masjid dan Pondok Pesantren pertama di Giri, yang kini kesemuanya hanya nampak bekas-bekasnya, termasuk kelengkapan kedaton lainnya berupa batu pelinggihan, kolam wudhu dan dinding pagar kuno.
Petilasan ini terletak di kelurahan Sidomukti Kecamatan Kebomas, sekitar 200 m sebelah selatan makam – Sunan Giri

- Makam Sunan Prapen



Makam sunan prapen terletak sejajar sebelah barat dari makam sunan giri. Selain makam sunan prapen terdapat juga makam tokoh agama islam yang lain antaralain : makam, kawis, gua dan panembahan agung. Daya tarik wisatawan dari makam sunan prapen terdapat pada situs peninggalan yang didapat pada dinding dan cungkup makam yang menggambarkan kemakmuran perdagangan di masa itu.
Tokoh sunan prapen dikaitkan dengan dinasti giri yang dirintis oleh sunan giri, yaitu sunan prapen pada tahun 1548 – 1605, dilanjutkan oleh panembahan kawis guwo pada tahun 1605 – 1616, berikut panembahan agung pada tahun 1616 – 1636.
Sunan Prapen adalah pengganti sunan giri setelah sunan giri wafat pada tahun 1545.
Sunan Prapen wafat padatahun 1605 dan kemudian tempat pemakamannya menjadi komplek tempat pemakaman penguasa Giri berikutnya.

- Makam Maulana Malik Ibrahim



MAULANA MALIK IBRAHIM dilahirkan di negeri Campa (Kamboja) beliau dari keturunan ulama dan penyiar agama Islam dan yang berjasa bagi umat Islam. Sejak kecilnya mendapat pendidikan agama dan da’wah islam dari ayahnya sendiri (BAROKAT ZAINUL ALAM).

Demikian juga nenek beliau adalah ulama-ulama dan perintis da’wah Islam dari negeri Arab kemudian ke timur ke negeri-negeri Pakistan, India, Malaysia dan Kamboja, dan menetap di sana adalah DJAMALUDIN AL-AKBAR AL-HUSAINI.

Dari kecil Maulana Malik Ibrahim adalah seorang yang cerdas dan alim serta berwatak mulia dan tabah meskipun dalam usianya yang masih muda, beliau adalah seorang yang bijaksana lagi pula berpandangan jauh.

Kemudian sesudah mendapat didikan agama yang tinggi dan tata cara kesopan-santunan dari ayahnya, kemudian pada waktu abad XIII Masehi (801 Hijriah) oleh ayahnya beliau ditugaskan untuk menjalankan da’wah Islam menuju ke Asia Tenggara.

Dengan hati yang tabah beliau dengan kawan-kawannya berangkatlah dengan perahu layer serta membawa barang-barang dagangan untuk bahan perkenalan pada daerah yang akan dikunjunginya. Maka berangkatlah beliau dengan kawan-kawannya dengan perahu layar, melintasi samudra yang luas deburan ombak yang begitu dasyatnya disamping terik matahari yang sangat panas maupun hujan lebat diiringi angin taufan yang keras, namun beliau dalam perjalanan tak pernah mengeluh dan berputus asa bahkan tetap bertekat bulat untuk mencapai maksud dan tujuan satu ialah menjalankan da’wah Islamiyah ke pulau Jawa. Karena itu segala kesulitan dalam perjalanan yang sangat berat itu beliau anggap ringan saja.

Dan akhirnya sampailah tujuannya dipelabuhan Gresik. Justru itulah pelabuhan Gresik merupakan salah satu yang cukup besar pada saat itu di Asia Tenggara dan salah satu Bandar Kerajaan Majapahit.
PERMULAAN BELIAU TIBA DI KOTA GRESIK

Setelah beliau mendarat di kota Gresik dengan kawan-kawannya memilih tempat di sebuah desa di luar kota yang bernama desa ”LERAN” (antara 9 Km sebelah barat kota Gresik).

Maka di desa itulah beliau mulai menjalankan da’wah Islam pada tahun 801 H/ tahun 1392 M. Di samping itu beliau membuka took di desa Romo (3 Km sebelah barat kota Gresik). Dengan memperkenalkan barang-barang bawaannya kepada masyarakat setempat dan ingin juga beliau mempelajari bahasa daerah pada masyarakat di desa itu demi mempermudah dan ingin lancarnya untuk menjalankan da’wahnya.

Maka dengan waktu yang singkat saja, beliau sudah dapat menyesuaikan diri pada masyarakat setempat baik dalam menghadiri upacara-upacara perkawinan dan sebagainya.

Bahkan beliau menjadi juru perdamaian apabila menemui masyarakat yang berselisih antar sesamanya. Untuk itu beliau terkenal dan disegani oleh masyarakat setempat dan sekitarnya, karena besar kewibawaannya, luhur budinya dengan Taufik dan Hidayah Allah SWT sehingga satu persatu mengenal dan memeluk agama Islam sebagaimana yang diajarkan oleh beliau. Dan sejak mereka itu memeluk agama Islam terlihatlah banyak perbedaan-perbedaan budi pekerti maupun dengan tata cara tentang kebersihan pakaian kalau dibandingkan pada sebelumnya. 

Maulana Malik Ibrahim adalah sosok penyebar agama islam pertama di tanah Jawa, dan merupakan salah satu wali dari sembilan wali yang tertua. Makam maulana Malik Ibrahim terletak di pusat kota gresik, tepatnya di jalan Malik Ibrahim. Komplek makam yang di kelilingi oleh pemakaman keluarga dan umum, juga disebelah barat komplek makam terdapat makam Bupati Gresik yang pertama R. Pusponegoro beserta keluarga. Bangunan makam yang memiliki kekhasan tersendiri dibandingkan dengan makam lain, merupakan daya tarik tersendiri `bagi wisatawan dibandingkan. Hal ini dapat dilihat dari baha batu nisan dan gaya tulisan arab yang terdapat pada makam. Batu nisan yang cenderung bergaya nisan gujarat yang tervuat dari batu marmer berbentuk lunas kapal khas Gujarat, serta setting tulisan arabnya sekalipun bayak dijumpai di negeri Gujarat. Pada Umumnya keadaan makam terawat baik, tetapi masih memerlukan bantuan guna penyempurnaan dan pelestarian bentuk bangunan makam. Sarana penunjang telah dibangun tempat parkir kendaraan bagi peziarah yang sangat strategis, lengkap dengan fasilitas lainnya.

- Makam Raden Santri Raden Santri



Makam Raden Santri terletak didekat alun-alun kota Gresik, tepatnya di jalan R.Santri dibelakang Kantor Pemerintah Daerah Kabupaten gresik yang lama. Raden Santri merupakan sepupu dari maulana malik Ibrahim, dan memiliki gelar Raden Syajid Ali Murtadlo yang juga menyebarkan agama islam di jawa setelah masa Maulana Malik Ibrahim. Kondisi masih bagus, dan ditunjang fasilitas-fasilitas penunjang yang ada akan menambah meningkatkan daya tarik wisatawan yang berkunjung berziarah.

adalah tokoh islam seangkatan dan sekaligus kakak Raden Rachmat (Sunan Ampel). Selain itu beliau merupakan sepupu dari Maulana Malik Ibrahim. Beliau juga disebut Sunan Gresik atau Sayid Ali Murtadho yang dating ke Jawa menyertai ayahnya bernama Syech Ibrahim Asmorogondy untuk menyebarkan agama Islam.


Beliau kawin dengan Putri Madura dan mempunyai anak bernama Usman Haji, selanjutnya Usman Haji setelah dewasa juga meminang putri Madura dan mempunyai putra bernama Dja’far Sodiq atau dikenal dengan Sunan Kudus.

Sebagai tokoh panutan pada masanya, beliau bergelar ROJO PANDITO WUNUT. Raden Santri wafat pada tahun 1317 saka / 1449 M. Makam beliau termasuk makam islam kuno terletak di Desa Bedilan, tepatnya di Jalan Raden Santri, sekitar 100 m sebelah utara alun-alun kota Gresik, sehingga sangat mudah dijangkau. Haul beliau jatuh pada setiap tanggal 15 bulan Muharram.

- Siti Fatimah binti Maimun



Tokoh ini dikenal pula dengan sebutan “PUTRI RETNO SUWARI”. Putra Sultan Mahmud Syah Alam dari Negeri Kamboja ini dengan ikhlas menyediakan dirinya sebagai wanita persembahan untuk mengislamkan Raja Majapahit yang beragama Hindu.

Menurut data sejarah, Leran adalah pesisir utara Pulau Jawa menjadi tempat pertama bermukimnya para perantauan dari Cina, terbukti adanya sisa-sisa kehidupan Bandar abad 10 – 15 M dengan sebutan situs pasucian. Di desa ini terletak Makam Siti Fatimah Binti Maimun, menurut data archeology merupakan makam Islam tertua di Asia Tenggara.

Model makamnya sangat unik, karena berbentuk cungkup dengan dinding dan atapnya terbuat dari batu putih kuno. Kalaupun arsitektur cungkup makam beliau mirip dengan bentuk candi, konon ceritanya cungkup tersebut memang dibangun oleh Raja Majapahit untuk menebus perlakuannya yang kurang bersahabat terhadap utusan Raja Kamboja, padahal ternyata bermaksud baik.



Haul Makam Leran jatuh pada tanggal 15 syawal. Makam ini terletak di Desa Leran Kecamatan Manyar di tepi jalan Daendeles (jalan pantai utara jawa) berjarak sekitar 7 Km dari sebelah barat laut Alun-alun kota Gresik, sehingga sangat mudah dijangkau dengan transportasi umum.

Masjid pertama di desa itu didirikan oleh Maulana Malik Ibrahim sebagai syiar agama Islam. Masjid tersebut mempunyai keistimewaan dengan adanya kolam tempat berwudlu yang dinamakan PESUCIAN. Sampai sekarang masih dipercaya sebagian orang bahwa airnya bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit.

- Nyi Ageng Pinatih


Makam Nyai Ageng Pinatih terletak ditengah-tengah kota Gresik, tepatnya di Desa Kebongson yang berjarak sekitar 500 meter dari pelabuhan kota Gresik.
Nyai Ageng Pinatih adalah seorang saudagar kaya yang diangkat menjadi kepala Syah bandar pelabuhan Gresik pada masa Kerajaan majapahit dan sebagai ibu angkat dari Raden Paku/ Joko Samodro / Ainul Yaqien / Prabu Satmoto, Juga Sunan Giri. Nyai Ageng Pinatih wafat pada tahun 1483 masehi.
Nyai Ageng Pinatih merupakan tokoh wanita Islam, karena beliau adalah ibu angkat yang mengasuh dan membesarkan sekaligus mendidik Raden Paku / Sunan Giri.
Pada jaman Majapahit, Nyai Ageng Pinatih adalah seorang saudagar kaya yang sangat dihormati oleh Raja, terbukti dari pengangkatannya sebagai Syah Bandar Gresik.


Pada umumnya, para peziarah merasa kurang afdhol apabila di makam Sunan Giri tanpa ke makam ibu angkatnya. Makamnya terletak di tengah kota Gresik, tepatnya di Desa Kebungson berjarak sekitar 300 m sebelah utara alun-alun Kota Gresik.

Nyai ageng Pinatih wafat pada tahun 1483 M. haul beliau jatuh pada tanggal 12 bulan Syawal. Beliau sangat masyhur (terkenal) sebagai saudagar yang memiliki sejumlah armada kapal sebagai sarana perdagangan antar pulau dan luar negeri

- Makam Kanjeng Sepuh
Terletak di Desa Kauman Kec. Sidayu berjarak +/- 28 Km dari Kota Gresik melalui jalur Pantura, Gresik – Tuban.
Pada Tahun 1817 seorang bernama Raden Adipati Suryodiningrat, Putra Sayid Abdur Rohman Sinuwun Solo dinobatkan menjadi Bupati di Sidayu, dengan gelar Kanjeng Sepuh Sidayu, karena Alim dan Sakti serta keichlasan beliau sehingga mendapat julukan seorang Bupati dan Wali.

- Makam Kanjeng Pusponegoro



Makam Puspo Negoro adalah Bupati pertama yang merupakan sosok penguasa yang mempunyai peran sangat besar terhadap pengembangan agama Islam di Gresik

Wisata untuk minat khusus di Kabupaten Gresik memiliki obyek wisata

Kampung Kemasan dan kawasan Wisata Adenium



Nama kemasan di sini masih ada hubungannya dengan status suatu kelompok masyarakat tertentu yang konon ceritanya dari kelompok atau marga “kemas”. Hal ini dapat dilihat dari bangunan-bangunan rumah tempat tinggal kelompok tersebut di daerah kemasan yang bergaya Eropa dan Cina. Gaya Eropa dapat dilihat dari pilar-pilar penyangga atap, jendela dan pintu relatif besar. Sedangkan bergaya Cina dapat dilihat pada atap dan pemakaian warna serba merah.

Sejak didirikan bangunan-bangunan rumah tersebut pada tahun 1909, sejak itulah kompleks ini dinamakan Kampung Kemasan. Kampong ini terletak di Jalan Nyai Ageng Arem-arem Gang III. Obyek yang diamati berupa bangunan-bangunan rumah tinggal terletak di kiri dan kanan gang tersebut sepanjang 200 m. Bangunan rumah tersebut masih terawat dengan baik, karena masih ditempati sebagai rumah tinggal dan bagian atasnya dimanfaatkan untuk budidaya Burung Walet.


Untuk sampai ke kampung kemasan tersebut, dari Alun-alun Kota Gresik hanya berjarak sekitar 700 m. Dari Terminal Bus Bunder dapat ditempuh dengan transportasi angkutan umum sejauh 6Km, menuju Aloon-aloon kota atau depan kantor lama PLN Cabang Gresik, selanjutnya mengikuti petunjuk arah masuk Kampung Kemasan.

Selain wisata, Kabupaten Gresik mempunyai daya tarik lainnya yaitu kekayaan kerajinan khas Gresik. Antara lain sarung tenun, songkok, rotan, bordir, damar kurung, batu onix, tikar pandan.

Sedangkan kekayaan kuliner khas Gresik yaitu pudak, nasi krawu, otak-otak bandeng, jubung, ayas, gula aren, petis, keripik bayam. Serta produk olahan hasil laut yang dapat dijadikan souvenir dan oleh-oleh.

Yang tak kalah menarik Kabupaten Gresik juga memiliki peninggalan-peninggalan dan situs-situs bersejarah serta adanya berbagai upacara adat dan acara tradisional, seperti Rebo wekasan, sanggring, malam selikur (tradisi kolak ayam masjid Gumeno), malam selawe, malam pasar bandeng dan tradisi mulud.

Agar menarik minat wisatawan berkunjung ke Gresik, maka saat ini seluruh komponen kepariwisataan Gresik secara intens melakukan pemasaran pariwisata dan meningkatkan kualitas produk pariwisata serta melakukan peningkatan sumber daya manusia yang bergerak di bidang pariwisata.

sumber : gistet500kvgresik.wordpress.com

0 komentar:

Posting Komentar